JUNI.
Bagaimana kau bisa tiba secepat ini, Juni ku terkasih? Aku belum menemukan jejak-jejaknya yang akan mengantarkan ku pada satu kepastian, mengapa kau datang mendahuluiku yang belum sampai?
Juni, betapa beraninya kau menggelisahkan tiap malamku! Membuatku terbangun! Terjaga ditiap jam-jam berikutnya untuk menunggu bulanmu berganti sempurna! Untuk apa? Untuk kau, Juni ku tersayang.
Juni, oh Juni. Bisakah kau hentikan detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, dasawarsa, bahkan abad pada tanggal sembilan nanti? Bisakah kebahagian untuknya absolut dan kekal.
Juni, hey Je U En I ! Bisakah aku memberi kepercayaan padamu untuk sesuatu yang spesial?
Bolehkah aku menitipkan peluk hangat rasa vanilla oreo dan ciuman kecil rasa anggur memabukkan yang murah pada tanggal sembilan nanti?
Untuk siapa? Untuknya tentunya.
Untuk apa? Untuk sekedar memberitahunya, aku masih selalu ada untuknya meski tiga tahun lebih berlalu.
Apa yang kau mau? Sekedar kabar tentangnya sudah sangat cukup untukku, itu lebih dari apapun yang berharga didunia ini.
Dan untukku yang telah menyampaikan pesan, apa yang akan kau berikan? Akan aku tukar Januari ku, Januari yang penuh sesak dan tidak spesial lagi, untuk Juni yang begitu ku harap penuh kebahagiaan.
Deal, my June?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar