Juni, Satu.
Satu Juni dengan guyuran hujan yang tak banyak membuatku berharap lebih banyak. Andai saja kita bisa menikmati tiap butiran halus dari Tuhan lewat air-air kondensasi via awan, bersama. Andai saja, aku bisa menunjukkan mu tentang betapa tiga tahun ini sungguh sebenarnya berat.
Banyak hal yang ingin ku tunjukkan padamu, banyak sekali. Bahkan waktu tak mampu membatasi apa yang ingin aku utarakan.
Aku tak banyak berubah dalam hal perasaan, kecuali bagaimana perasaan ini tumbuh berlipatganda tiap harinya. Tak banyak yang berubah dari tinggi badanku, itu semua berbanding terbalik saat kau tanya bagaimana airmataku selalu jatuh saat aku mengingat kertas-kertas burung yang tertempel di atap kamar yang semuanya bertuliskan namamu.
Rambutku makin tipis dan makin panjang, makin tak terurus seiring dengan rentannyapenyakit yang sering tiba dalam beberapa bulan terakhir. Aku semakin bodoh di komunitas baru yang pintar.
Bagaimana dengan kau yang ku sayang? Dapatkah kau menaklukan ombak yang menerjang kapal-kapal besar mu? Mampukah kau bertahan di pekat malam menyusuri pantai? Mampukah kau menghidupi harapanmu, perutmu, citacita kosongmu?
Andai kau tahu, atau setidaknya ada. Banyak sekali yang ingin aku kenalkan padamu, banyak sekali. Termasuk Colorado Sunrise yang akan aku hadiahkan untukmu Juni ini.
Juni ku sayang, dan kau yang selalu tersayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar